Sering Terjebak Macet?, Berikut Dampak Kemacetan Bagi Mobil


Situasi jalan macet tidak cuma percuma, melelahkan, tetapi dapat juga membuat beberapa elemen mobil alami masalah. Lebih dari itu, pemilik harus juga lebih cermat masalah perawatannya. 

Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi menjelaskan, pada situasi itu ada resiko yang diakibatkan. Pasalnya kerja mesin serta beberapa elemen jadi berlebihan. 

“Hal yang butuh dilihat pertama ialah, pergantian oli atau perawatan berkalanya butuh bertambah cepat dari normal. Memang jika lihat km. tidak beralih banyak, tetapi situasi mesin sebenernya kerja selalu,” sebut Anjar 

Jika sesuai dengan referensi, waktu umumnya setiap 10.000 km. Tetapi waktu pemakaiannya seringkali sekali terjerat macet, dapat dipercepat ke setiap 5.000. Tidak hanya berpatokan pada km., dapat berdasar pada periode bulan, misalnya tiap 6 bulan, mana mana terwujud terlebih dulu 

Lalu, elemen yang alami masalah ialah brush yang berdada di cooling fan motor. Kondisinya dapat jadi cepat aus sebab kerja lebih berat. 

“Jadi di motor cooling fan itu kan ada brush-nya, nah elemen itu makin lama dapat habis sebab aus. Pasalnya waktu macet itu, kan pendinginan cuma memercayakan cooling fan, sesaat jika berjalan jalan masih ada hembusan angin. 

Motor cooling fan sendiri tidak ada standard kapan harus ditukar, bergantung dari pemakaiannya saja. Tetapi pada situasi normal di rata-rata 120.000 km.. Dengan teknisnya, memang motor cooling fan akan automatis berputar-putar jika menjumpai panas. 

Selain itu, elemen yang peluang umur penggantiannya lebih pendek ialah kanvas rem. Kalu bicara umumnya, berdasar pada hitung-hitungan pabrikan, yakni di 40.000 km.. 

“Kemudian ke-3 ialah kopling, ditambah lagi pengemudi miliki kebiasaan meredam 1/2 kopling waktu macet, sebab malas pindahkan gigi serta menarik rem parkir. Jika bicara normal, kopling sendiri usianya 80.000-100.000 km.,” papar Anjar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...