Konsumsi Makanan Wajib untuk Ibu Hamil


Banyak penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur dan buah-buahan yang kaya akan vitamin, salah satunya adalah betacaroten. Manfaat betacaroten untuk perkembangan janin sangat penting. 

Betacaroten memiliki kandungan vitamin A ekstra, salah satu vitamin yang sangat penting untuk bayi. Beberapa manfaat yang diberikan betacaroten untuk janin diantaranya ada pada perkembangan indera penghliatan, jantung, paru-paru, ginjal dan tulang. 

Manfaat Betacaroten dan DHA 

Manfaat betacaroten juga tak boleh berhenti diberikan setelah bayi Anda lahir, karena vitamin A yang terkandung dalam betacaroten berguna untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak seetelah proses persalinan. 

Seperti yang diketahui bersama bahwa setelah persalinan terdapat beberapa proses pemulihan yang harus dilalui diantaranya yakni, pemeliharaan penglihatan, mencegah terjadinya infeksi, meningkatkn sistem imun dan metabolisme lemak. 

Selain betacaroten, ibu hamil juga harus mengonsmi makanan yang dapat membantu perkembangan otak bayi. Hal ini berkaitan dengan pentingnya DHA untuk ibu hamil dan janin, suplemen DHA yang diberikan selama kehamilan dan menyusui mampu perkembangan kecerdasan anak. 

Para peneliti menemukan bahwa kadar DHA dalam darah yang tinggi saat persalinan membuat anak mereka memiliki kemampuan memperhatikan yang tinggi ketika menginjak usia dua tahun pertama. Dalam penelitian lainnya mengungkapkan bahwa adanya hubungan antara asupan DHA oleh ibu hamil dengan ketajaman visual pada bayi yang berusia dua bulan. 

Penelitian lain menunjukkan bahwa anak yang berusia dua tahun memiliki skor tinggi pada tes koordinasi mata dan tangan dari ibu yang mengonsumsi DHA pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. 

Perlu diperhatikan, koordinasi mata dan tangan merupakan kontrol terpadu antargerakan, yakni mata dan gerakan tangan. Didalamnya terdapat pengolahan input penglihatan dalam menyuruh tangan mencapai dan menggenggam sesuai koordinasi dari mata. 

Beberapa contoh tes koordinasi mata dapat dilihat seperti pada permainan balok kayu, berolahraga, membuat teh, melempar bola dan lain sebagainya. Sementara itu, anak dengan koordinasi mata dan gerakan tangan yang kurang baik akan kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...