Ikuti Langkah Pengobatan Infertilitas pada Pria untuk Mendapatkan Keturunan

Ikuti-Langkah-Pengobatan-Infertilitas-pada-Pria-untuk-Mendapatkan-Keturunan

Setiap pasangan yang sudah menikah pasti sangat mendamba-dambakan kehadiran sang buah hati. Tanpanya, kehidupan rumah tangga tidak akan lengkap. Meski demikian, ada beberapa pasangan di luar sana yang masih menunda kehamilan karena berbagai alasan. Terlepas dari pasangan yang memang hendak menunda kehamilan, ada beberapa pasangan yang belum juga dikaruniai keturunan meski telah menikah selama bertahun-tahun dan mengikuti program kehamilan. 

Namun, tahukah Anda, penyebab pasangan belum dikaruniai keturunan tidak hanya dilihat dari sisi sang wanita. Bisa saja, infertilitas tersebut berasal dari pria. Menurut Bocah Indonesia, dari keseluruhan kasus infertilitas, sekitar 30 hingga 35% berasal dari faktor pria. 

Lalu, apakah yang harus dilakukan untuk langkah pengobatan infertilitas pria ini? Beruntungnya, infertilitas pada pria masih bisa diobati. Artinya, masih ada harapan bagi pasangan tersebut untuk mendapatkan keturunan. Bagaimanakah cara mengobati infertilitas pria? Nah, Bocah Indonesia menawarkan pengobatan pria melalui 4 tahap. Tentu saja, pengobatan ini dilakukan setelah diagnosis infertilitas pria diperoleh. Ketahuilah, 1 dari 4 pria berumur 40 tahun menderita disfungsi ereksi. 

Kembali lagi pengobatan infertilitas pada pria, tahap pertama adalah pengujian air mani. Langkah ini dilakukan pemeriksaan fisik dan analisis sampel sperma sebagai diagnosis pertama. Tahap ini dilakukan di laboratorium andrologi Bocah Indonesia. Langkah kedua adalah pemeriksaan hormon. Ingat, sistem reproduksi berjalan dengan baik apabila komposisi hormon pada pasangan (suami istri) normal. Apabila perhitungan hormon menunjukkan ketidakseimbangan hormon, disarankan untuk menggunakan obat pengganti hormon. 

Tahap ketiga dari pengobatan infertilitas pria ini adalah pemeriksaan fisik. Serangkain tes fisik yang dilakukan adalah pemindaian (scanning, biopsi, dan tes genetik). Tujuan dari pemeriksaan fisik ini untuk menganalisis kondisi seperti varikokel, MESA, dan TESE. Khusus TESE ini dilakukan apabila terindikasi sperma yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali di epididimis. Jika demikian, maka sperma akan diambil langsung dari testis melalui TESE. Cara pengambilan dilakukan setelah anestesi lokal, dengan sebagian kecil dari jaringan testis diambil di bawah mikroskop operasi. 

Informasi lebih lanjut mengenai program pengobatan infertilitas pada pria ini bisa langsung kunjungi Bocah Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...