Ini 5 Alasan Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah


Ada banyak hari raya keagamaan yang dirayakan di Indonesia, salah satunya adalah Imlek. Barang-barang yang berhubungan dengan perayaan hari besar ini ramai diperjualbelikan, baik secara daring maupun luring. Hiasan imlek pun banyak dijual di berbagai toko untuk pembelian kebutuhan perayaan.

Benda-benda berwarna merah dan kuning emas identik dengan perayaan warga keturunan Tionghoa ini. Dari pakaian, kebutuhan sembahyang, angpau, hingga lampion akan dihiasi warna merah. Tahukah Anda mengapa warna ini menjadi warna khas perayaan imlek?

Alasan Merah Menjadi Warna Identik untuk Imlek

Bagi warga Tionghoa merayakan imlek tanpa warna merah merupakan hal yang tidak bisa dilakukan. Sebab warna merah menjadi lambang kebahagiaan dan kesejahteraan. Mau tahu mengapa merah menjadi warna khas imlek? Mari simak uraian berikut:

1. Merah Menangkal Kesialan

Bagi rohaniawan Tionghoa, merah merupakan warna yang mampu menangkal kesialan. Oleh sebab itu, lentera merah akan digantung di depan pintu rumah pada perayaan imlek ditambah dekorasi dari kertas bernuansa sama menghias dalam dan luar rumah.

Warna merah menyala ini dipercaya dapat mengusir kesialan. Jadi, sangat wajar apabila Anda menemukan rumah warga Tionghoa dan sekitarnya diberi hiasan merah menyala sebagai harapan satu tahun mendatang terhindar dari berbagai kesialan.

2. Warna Merah Ditakuti Oleh Nian

Anda tahu apa itu Nian? Nian merupakan binatang legenda masyarakat Tionghoa, yakni binatang buas berbadan banteng dengan kepala singa. Pada zaman dahulu, hewan ini meneror penduduk desa pada perayaan tahun baru.

Untuk menangkal kedatangan Nian, penduduk desa menghias rumah dan lingkungan sekitar dengan warna merah, sebab Nian takut dengan warna ini. Selain warna merah, Nian juga takut terhadap suara bising dan api.

3. Lambang Kebahagiaan

Perayaan tahun baru merupakan kebahagiaan dan merah melambangkan perasaan tersebut. Merah merupakan warna yang memiliki arti khusus bagi warga Tionghoa. Merah menjadi tradisi dalam perayaan-perayaan yang memberikan kebahagiaan.

Bukan hanya di perayaan tahun baru saja, merah juga mendominasi perayaan pernikahan atau perayaan bahagia lainnya. Biasanya kain merah atau selendang akan dipasang di atas pintu. Ditambahkan juga lampion dan hiasan dari kertas merah.

4. Lambang Ketulusan Hati dan Kebaikan

Merah identik dengan imlek karena warna ini juga melambangkan kebaikan hati, ketulusan, dan kebenaran. Karakter “hung” atau “merah” mengandung bunyi yang mirip dengan “makmur” sehingga orang Tionghoa sangat menyukainya dan selalu menggunakan warna merah.

Benda-benda berwarna merah, mulai dari pakaian baru, lampion, lilin, taplak meja, tirai, dan berbagai benda lainnya, bisa Anda dapatkan dengan harga yang lebih murah menggunakan diskon hiasan imlek di berbagai toko daring.

5. Lambang Semangat dan Keberuntungan

Perayaan tahun baru harus diawali dengan semangat agar bisa membawa keberuntungan. Warna merah merupakan lambang semangat dan keberanian sehingga menjadi warna primer perayaan ini.

Diyakini merah akan memberikan keberuntungan pada pemakainya. Karena itu, pada perayaan imlek setiap orang akan memakai warna merah. Anda bisa menggunakan warna merah keseluruhan atau merah dengan campuran emas melambangkan semangat yang siap menyambut keberuntungan.

Selain warna merah, kuning emas juga identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek karena melambangkan keagungan dan kewibawaan. Namun, dulunya warna kuning emas hanya digunakan oleh keluarga kerajaan saja sehingga warna merah menjadi pilihan rakyat biasa.

Warna merah menyala diselingi warna kuning emas akan menyemarakkan perayaan imlek. Jika Anda ingin menghias rumah di hari istimewa ini, Anda bisa menggunakan diskon hiasan imlek di berbagai toko daring untuk mendapatkan semua kebutuhan perayaan.

Tidak ada komentar untuk "Ini 5 Alasan Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah"